Sunday, June 18, 2017

Pandji, Aku, dan Berkarya #BalasDi18

Mengenal seorang bang Pandji dari acara TV Kena Deh membuat sedikit bekas yang susah hilang, Kenapa Sedikit? Karena di acara tersebut seorang bang Pandji mengikuti aturan dari para Produser acara. Itu membuatku sedikit mengenal sosok bang Pandji di mata kebanyakan orang awam.


Tetapi sosok bang Pandji terpatri di kepala ku melalui karya yang ia buat sendiri, Melihat bang Pandji melalui sebuah stand-up show nya yang berjudul Messake Bangsaku yang kuperoleh dengan cara yang tidak benar, Ya, Aku memperoleh versi digital nya dari Internet dan mengakui bersalah karena telah ikut membajak karya beliau. Dan setelah menonton karya beliau satu satu nya hal yang ada di dalam hatiku adalah Aku harus mendukung karya orang ini, Gak peduli apapun alasannya. Dia adalah pahlawan untuk orang yang berkarya di Indonesia. Dan hal itu aku mulai realisasikan dalam bentuk pembelian Tiket Juru Bicara World Tour Medan.


Di kegiatan ini, Aku berkesempatan untuk melihat bang Pandji secara intimate dan bahkan bertanya hal yang aku ingin tanyakan secara langsung ke beliau. Dan melihatnya sebagai sosok yang ramah, tinggi (gak nyangka), dan hampir kehilangan pasukan rambut. Dan jujur sebagai orang dari Medan yang melihat seorang yang dianggap dari Jakarta, Stereotip orang Jakarta yang artis terkenal itu sombong-sombong seketika gugur dibuat bang Pandji, Entah karena beliau memang seseorang yang hangat atau emang karena gak terkenal (*eh? Just kidding ya bang), Bahkan bang Pandji mau membuat video bareng sebuah channel youtube yang nyaris dari antah berantah PedasTV, Hingga munculnya video ini. Dimana aku sedikit membuat bang Pandji bingung karena cuma minta bang Pandji ajakin subscribe doang saking gugupnya.



Setelah sesi Meet and Greet perkenalan ku dengan bang Pandji berlanjut kesebuah hubungan Penampil dan Penonton dalam Juru Bicara World Tour Medan. Disetiap bit bit bang Pandji aku diantar menuju sebuah Joke yang solid, dan Ajaib seperti sulap. Karena hal yang mungkin ditangan komika lain akan di "lepas tangan" kan karena sulitnya menemukan hal lucu, Bang Pandji justru take it as a challange dan sukses.Satu lagi hal yang berkesan dari seorang Bang Pandji adalah perspektifnya terhadap sesuatu yang tergolong langka untuk seorang orang Indonesia.


Dan ini bukan hanya menurutku, Ini menurut ribuan penonton yang telah menonton beliau di 24 Kota di 5 Benua, Hampir semuanya tertawa melihatnya, Mungkin yang tidak tertawa memiliki refferensi yang berbeda. Kesan yang ditinggalkan bang Pandji dalam JBWT Medan adalah sebuah Special Stand-Up Show yang bridging antar bitnya aku bisa bilang flawless, Kami di bawa dari 1 joke menuju joke lain tanpa harus merasakan ada kejanggalan ataupun jeda. Dan hal itupun membuatku merasa harus memesan DVD JBWT untuk bisa mengabadikan karya beliau di tangan dan bisa seolah bertemu kembali di momen itu. Tersedia di WSYDNShop pada tanggal 1 Juni.
Di awal ingin membeli DVD ini terjadi Drama yang cukup besar di kepala seorang Mahasiswa ini, Karena kebetulan di waktu itu kantong sedang menipis, Namun entah kenapa seolah ada jalan, Tepat di jam 11 malam sebelum rilis DVD nya, Aku diberikan sejumlah uang oleh Orang di Rumah yang kebetulan ingin pergi keluar kota, Segera aku ber api api ingin membayar DVD JBWT yang sudah aku PO ini. Menunggu beberapa hari, Alhasil tiba jugak barang tu di rumah.


Setelah menerima DVD tersebut langsung di sergap masuk ke PC dan aku pun menonton seluruh bagian DVD dengan sangat serius, bahkan lebih serius daripada aku mengerjakan Ujian Nasional sepertinya. 

Memulai kehidupan sebagai seorang yang Introvert membuatku sukar untuk berinteraksi dengan orang, Sulap merupakan sebuah "pembuka" dan JBWT adalah "booster" dalam kehidupan ku yang membuat aku mulai bisa berinteraksi dengan orang, Bertemu dan Dikenal banyak orang. Berkarya merupakan hal yang selalu ingin kulakukan, Lingkungan yang kurang mendukung selalu kujadikan alasan.

Tetapi sebuah pesan di Epilogue JBWT dari bang Pandji membuat ku seketika menangis entah kenapa, Mungkin karena kehidupan kami yang nyaris sama, Aku merupakan seseorang yang tidak begitu menonjol di bidang Akademis, Ranking ku dari TK-SMA terkesan nyeleneh dari Ranking 1 di TK sampai Ranking terakhir di SD-SMP, Banyak orang yang remeh ketika melihat ku menunjukkan Sulap. Tapi Sulap lah yang telah membuatku bisa berdiri dan bermain di antara manusia satu Indonesia. Sulap lah yang membuat ku bisa mempunyai keberanian untuk bersuara maupun berjumpa dengan yang lain. Ternyata tujuan kami nyaris sama untuk membuktikan kepada dunia bahwa kami bisa dan kami kuat menghadapi tantangannya. Bit yang paling menempel di kepalaku adalah "Yang membedakan kamu yang tahu passionmu dengan dia yang tahu passionnya dan sukses adalah Disiplin", Ya bang, Aku akan terus berusaha mengejar passionku dan disiplin terhadapnya.

Tujuan utama ku mengikuti BalasDi18 ini merupakan bentuk apresiasiku terhadap kau bang yang udah menginspirasiku dan diriku sendiri karena telah berani menulis karya tulisan di Blog yang dari awal ingin kutulis selalu berperang dengan diriku, Akhirnya hampir selesai juga tulisan ini. Akan kututup dengan sedikit pesan, opini, dan harapan.

Terimakasih sudah ada di Indonesia, Menjadi contoh untuk mereka yang takut berkarya, Untuk mereka yang ingin bersuara. Kalau ada orang yang mengatakan stand up comedy adalah Komedi Cerdas for me Stand up Comedy Pandji adalah Komedi yang Mencerdaskan. Perbedaaannya apa ? Cerdas artinya kita berasal dari pola pikir yang sama dan akhirnya bisa mengerti, sedangkan Mencerdaskan adalah ketika Bang Pandji bisa menularkan pola pikirnya dan membuat kami punya perspektif baru.

Semoga dirimu tetap kuat dan siap untuk berperang lagi dalam karya, Wahai Abang Pandji Pragiwaksono. Mari kita berperang memperjuangkan impian kita.

Tertanda,


Seorang Wongsoyudan dari Medan,

Mauza Perdana Lubis


EmoticonEmoticon